Kolak

 

Kolak, Tidak Sehat Untuk Berbuka Puasa  

 

Menu Buka Puasa

Kolak, makanan khas yang selalu ada dalam menu berbuka puasa, menurut ahli nutrisi ternyata bukanlah makanan sehat untuk dimakan setelah 14 jam menahan lapar dan haus. kolak tidak sehat karena mengandung gula dan lemak yang terlalu tinggi. Kombinasi keduanya membuat alat pencernaan secara tiba-tiba bekerja berat, setelah sebelumnya beristirahat seharian. Buka puasa yang tepat adalah seperti yang dicontohkan Rosululloh SAW yang hanya makan kurma nabi dan minum air putih untu berbuka. Karena meskipun mengandung yang kadarnya cukup tinggi, dan sama-sama manis seperti kolak, karbohidrat yang dikandung kurma mudah dicerna.

Rasa lapar dan haus saat puasa lebih merupakan efek sesaat yang dapat diatur. Dengan kata lain, rasa lapar dan haus bukanlah tanda mutlak dari kebutuhan tubuh akan makanan. Kebutuhan energi, untuk bekerja misalnya, bisa dipenuhi dengan cadangan energi pada hati, otot, lemak di bawah kulit, dll. Justru berpuasa merupakan kesempatan memobilisasi timbunan lemak. Puasa juga mengistirahatkan “mesin pencernaan” selama beberapa jam.

Oleh karena itu, puasa tidak harus menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan dalam banyak kasus justru membuat tubuh lebih sehat. Untuk itu diperlukan pengaturan berbuka dan makan sahur yang benar. Berbuka dan makan sahur tidaklah sekadar memasukkan makanan. Selama berpuasa, kadar gula dalam darah lebih rendah dibandingkan dengan keadaan tidak berpuasa. Padahal, gula merupakan sumber tenaga yang segera dapat digunakan. Gula inilah yang perlu segera diperoleh saat berbuka puasa, tetapi jangan berlebihan sebab akan mengganggu kenikmatan menyantap menu utama.

Berikut tips dalam memilih menu sehat saat berbuka dan sahur.

a. Hindari minum es saat berbuka puasa.Ada kebiasaan salah yang dilakukan sebagian orang, yaitu minum air es atau es yang dicampur kedalam minuman sebelum menyantap makanan. Cara ini sangat merugikan karena es dapat menahan rasa lapar. Akibatnya, hidangan lain yang lebih bergizi bisa tidak disantap, sehingga mengurangi asupan nutrisi yang diperlukan.

b. Makanan mudah dicerna. Saat berbuka mulailah dengan minuman manis hangat dan makanan ringan yang mudah dicerna. Bisa teh manis, sirop, ditemani kurma, pisang goreng, atau pisang sale. Setelah kadar gula darah berangsur-angsur normal bisa dilakukan shalat magrib.

c. Beri jeda menu utama. Setengah jam kemudian barulah nikmati menu utama. Makanlah secukupnya. Dua jam kemudian, setelah shalat tarawih, dapat menyantap hidangan yang masih ada.

d. Harus makan sahur. Tidak jarang orang enggan bangun, padahal makan sahur sangat penting untuk mengimbangi zat gizi yang tidak diperoleh tubuh selama sehari berpuasa.

Artikel lain spesial untuk ibu hamil: Puasa Ramadan Bagi Ibu Hamil

Posted on 27 Juli 2011, in Tips Ramadhan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. sesuai dengan tips kesehatan yang kubaca di blog lain, korma yang akan kukonsumsi untuk bulan puasa besok. Baik untuk kesehatan dan hemaaaaat…😀
    🙂 salam,

    mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com

  1. Ping-balik: Tips Hilangkan Bau Mulut Saat Puasa « Perilaku Hidup Sehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: